KUMPULAN CERPEN KARYA
SANTRI PUTRA PP ALFATAH
Part1
Part1
BARISANNYA BUKIT BARISAN MENGUKIR SEJARAH DESA CONDONG CAMPUR
Karya : Muslihun_ Cocam Get'Chs Paris
Desa yang damai terletak di bawah bukit indah sebutan bukit titisan
sorga (bukit barisan), setelah datangnya pemberontak (prajurit belanda) mulai terancamlah desa ini dan kesunyianya
telah suram oleh serangan mereka yang tak kenal lelah mencoba merebut desa yang
sunyi dengan kedamaian rakyatnya. Tentara yang berada di atas bukit dan
masyarakat yang berada di bawah desa condong campur yang membuat tentara itu
dengan mudahnya untuk mengalahkan, allah swt. Menjadikan masyarakat desa condong
campur yang ‘alim untuk mengalahkan mereka dengan do’a, atas izin allah swt.
Batu krikil dan bambu runcing mengalahkan senjata mereka yang kelihatanya tak
terkalahkan, tetapi justru sebaliknya senjata mereka yang tak ada gunanya
(njowos,blabarblas), senjata batu krikil dan bambu runcing yang di sertai do’a
para rakyat yang kuat akidahnya menjadikan “waidza bathostum-bathostum
jabbaarin” tentara yang sedang berbaris musnah seketika.
Setelah selesainya kejadian
berlangsung kembalilah bukit yang beraroma surgawi menjadi seperti semula walau
tak sepenuhnya, hawa mistis mulai terasa di bukit ini setelah para prajurit
berbaris dan tergeletak di tempatnya dan jadilah setan yang menghuni bukit ini,
tak heran bukit barisanya para setan ini merenggut nyawa manusia, sebutan bukit
barisan/kota setan memang pantas setelah para prajurit yang gila itu gagal
memberontak desa ini,
Bukit yang biasa di lalui untuk sampainya desa condong campur kini
menjadi pusat konsentrasinya para pengendara kaerna kondisi jalan yang menikung
tajam dengan tanjakan yang cukup panjang, semua bisa terkendali dengan do’a
karna tentara yang musnah terkalahkan dengan do’a dan pernah ada sesepuh
mengatakan “ojo dolalan lan ojo sembrono nang kota setan iku, ndonga’o yen
liwat dalan iku”.
Masih banyak keindahan alam yang terdapat di desa ini dengan
sejarah yang begitu sulit untuk dituangkan dalam kata-kata dan di gambarkan
dengan pemikiran saya.
PENGEMIS YANG MALANG
Karya : Anam Putra Pasunten
Pada suatu ketika, ada seorang
pengemis yang meminta-minta di sebuah pasar, namun hari itu mungkin bukan hari
keberuntungan si pengemis. Tak ada seorang pun yang memberinya uang atau
makanan, dia hanya bisa meratapi buruk nasibnya dan melihat orang makan ataupun
membeli makanan.
Pengemis itu sangatlah kelaparan,
perutnya merasa sakit yang hebat. Lalu dia pun menghampiri sebuah tempat sampah
yang terdapat sisa-sisa makanan. Kemudian datang seorang pria kaya yang
menghampirinya, melihat pengemis itu sedang mengais makanan ditempat sampah,
pria kaya itu pun merasa iba dan memberinya makanan yang layak.
Bukan hanya itu, pria kaya itu
mengajak sang pengemis ke toko pakaian muslim dan membelikanya sebuah baju
koko, sarung, peci, dan peralatan sholat lainya. Kebetulan hari itu hari
jum’at, setelah selesai belanja peralatan sholat, kemudian pria kaya itu
menyuruh sang pengemis untuk membersihkan diri dan mengajak sholat jum’at
bersama. Pengemis itu pun sangat berterima kasih kepada pria kaya tersebut.
Singkat cerita, ke esokan harinya
pria kaya tersebut berkunjung lagi ke pasar untuk mencari sang pengemis, namun
betapa terkejutnya si pria kaya, terdengar kabar bahwa sang pengemis telah meninggal dunia tadi
malam karena suatu penyakit yang di derita sang pengemis.
NRIMO ING PANDUM
Karya : Heru Siswanto Heroes
Suatu ketika Alloh SWT.
Memerintahkan Malaikat Jibril untuk pergi menemui salah satu makhluk Nyayaitu
seekor kerbau, untuk menyampaikan kepada si kerbau, apakah senang diciptakan
Alloh SWT. Sebagai seekor kerbau.
Di siang yang panas si kerbau sedang
berendam di sungai, Jibril pun mendekatinya, lalu bertanya “Hai kerbau… apakah
kamu senang diciptakan oleh Alloh SWT ?”, kerbau pun menjawab “Alhamdulillah,
aku bersyukur kepada Alloh yang telah menciptakan aku, dari pada aku dijadikan
seekor kelelawar, mandi saja dengan air kencing sendiri”.
Mendengar jawaban si kerbau, lalu
Jibril pun pergi dan mendatangi kelelawar yang sedang tidur didalam sebuah gua.
Jibril membangunkan si kelelawar dan bertanya, “Hai kelelawar… apakah kamu
senang diciptakan oleh Alloh SWT ?”, kemudian kelelawarpun menjawab
“Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Alloh yang telah menciptakan aku, dari
pada cacing badanya kecil, hidupnya ditempat yang jorok, jalanya pake perut
lagi”.
Seperti tadi, setelah mendengar
jawaban dari si kelelawar, Jibril pun pergi dan mendatangi seekor cacing, hal
yang sama seperti kerbau dan kelelawar, cacing pun di beri pertanyaan oleh
Malaikat Jibril “Wahai cacing apakah kamu senang diciptakan Alloh SWT ?”,
layaknya seperti kerbau dan kelelawar cacingpun menjawab “Alhamdullilah, aku
bersyukur diciptakan sebagai cacing, dari pada sebagai manusia. Apabila mereka
tidak punya iman yang sempurna, beriman kepada Alloh, dan beramal sholeh
didunia, kelak ketika mereka mati, mereka akan dihukum sesuai dengan perbuatannya,
dengan ancaman neraka”.
Dari cerita tersebut dapat di
simpulkan maknanya, kita sebagai manusia harus selalu bersyukur akan semua
karunia yang diberikan Alloh kepada kita, syukuri apa yang ada, hidup adalah
anugrah… tetap jalani hidup ini… melakukan yang terbaik… kuatkanlah iman kita,
taatlah kepada Alloh SWT. Insyaalloh surga jaminannya… bukan neraka tempat
menyiksa.
ASAL USUL DESA TLAGA
ABANG
Karya : Aminulloh Cah mBatur
Dahulu
di kota batur ada sebuah telaga yang airnya berwarna merah, namun sayang belum
banyak yang tau tentang telaga itu.
Namun
ada seseorang bilang jikalau setiap hari jum’at hewan – hewan berkumpul
mengelilingi telaga itu.
Di
sebelah telaga itu ada sebuah desa. Karena letaknya berdekatan dengan telaga
itu, maka desa itu di namai Desa Telaga Merah. Namun, karena di daerah batur
yang seharusnya Telaga Merah menjadi Telaga Abang
Tetapi
sekarang telaga itu telah menjadi cerita karena telah tertimbun longsor
setengah gunung
Itulah
asal mula Desa Telaga Abang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar