Senin, 16 Februari 2015

Kumpulan cerpen terbaru 2015



Part2


JIN GOBLOK
Karya : Rifki Sabil

Pada suatu hari ada tiga orang yang masuk ke gua. Tiba – tiba pintu gua tertutup.. jebleeengg!! Ketiga orang tersebut tidak dapat membuka  pintu gua. Disaat kebingungan, tiba – tiba mereka menemukan teko dan gelas, dan saat menuangkan teko tersebut yang keluar bukan air, akan tetapi sosok berasap yang biasa di sebut jin. Tiga orang tersebut meminta sesuatu kepada jin, tetapi dengan syarat mereka harus jadi tumbalnya.
Orang pertama meminta makanan yang cukup untuk setahun dan juga puluhan wanita cantik, orang kedua meminta makanan cukup untuk satu tahun dan ratusan botol minuman keras, dan orang yang ketiga meminta makanan untuk satu tahun saja dan satu bungkus rokok. Kemudian si jinpun masuk ke teko lagi dan akan kembali setelah satu tahun
Setelah satu tahun si jinpun keluar dengan pongahnya, dia mengunjungi ketiga orang yang meminta tolong kepadanya setahun lalu. Saat menemui orang pertama ternyata dia duduk berlutut dengan lutut gemetar karena bergaul dengan wanita permintaannya setahun lalu, diapun dijadikan tumbal. Saat menemui orang kedua si jin melihat dia bergetar dan matanya seperti mau keluar karena kebanyakan minum minuman keras, diapun bernasib sama dengan orang pertama. Dan saat menemui orang ketiga si jin kaget bukan main karena dia melihat orang ketiga masih dalam keadaan segar tidak sakit seperti kedua temannya ,si jin bertanya kepada orang tadi.
“lho!! Kamu kok masih sehat, ga kaya kedua temen kamu?” Tanya Jin.
“Ya mestinya, kamunya aja yang goblok” sanggah orang ketiga.
“goblok kenapa ?” tanya jin heran.
“lha mau mati gimana, orang kasih rokok kok ga sekalian koreknya. Gimana mau ngrokoknya ?”.


GADIS KECIL MISTERIUS
Oleh : Mustofa

            Pada jaman dahulu hiduplah seorang gadis kecil. Ia bertempat tinggal di desa yang sangat terpencil. Sejak ia sudah tidak mempunyai seorang ayah. Sekarang ia hanya tinggal dengan ibunya. Gadis itu memelihara burung yang sangat cantik. Suatu ketika gadis itu ingin berjalan-jalan kehutan mencari makanan untuk seekor burungnya, tiba-tiba sang ibu mencegahnya sambil berkata .
            “Nak mau pergi kemana ?. ini sudah sore lho”. Cegah ibu
            Gadis itu menjawab .“pergi ke hutan bu”
            “Tapi inikan sudah sore nak”
            “Ibu khawatir nanti kalau terjadi apa-apa denganmu”. Lanjut ibu
            “Tapi bu, burung saya kelaparan lagipula kan di sini tidak ada makanan untuk burung bu”. Ujar gadis itu
Gadis itupun tidak mendengarkan sedikitpun kata-kata ibunya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek-kakek yang tiba-tiba mengajak gadis kecil itu untuk pergi ke hutan.
            Gadis itupun ternyata mau pergi bersamanya tanpa mengenal orang itu sedikitpun. Ibunya hanya bisa berdoa “Ya Allah lindungilah anakku dimanapun ia berada”.
            Hari semakin petang, gadis kecil itu belum juga kembali dari hutan. Sang ibu sangat khawatir dengan anaknya. Hari mulai malam, ibu menangis tiada henti sampai ia tertidur. Ibunya bermimpi anaknya menangis dan berteriak minta tolong. Tanpa disadari haripun sudah pagi, sang ibupun terabngun dan langsung anaknya ke hutan. Tetapi tidak ditemukan gadis itu.
            Sehari kemudian warga mencari disekitar hutan yang berada dekat desa, tetap juga tidak ditemukan, hingga seminggu mencari tak juga diketemukan . Namun, ada seseorang yang menemukan sangkar burung dan bangkai burung milik gadis kecil itu. Saat ibu gadis itu mengetahuinya , iapun menangis sedih.
            Empat puluh hari kepergian hari itu mengakibatkan para warga di desa mengalami banyak keanehan, seperti mendengar suara minta tolong, menangis dan berteriak kesakitan, yang membuat warga menjadi resah.
            Sekian lama gadis itu pergi, baru terungkap kenyataan bahwa gadis itu di bunuh oleh kakek-kakek yang menemaninya pergi ke hutan, dan ironinya jasadnya d potong-potong.
            Setelah terungkapnya kematian gadis itu keanehan keanehan yang terjadi di desa kecil itu sudah menghilang, dan menjadi aman tenteram.

JATI DIRI
Karya : Achmad Zaelani

            Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren modern di salah satu jantung kota yang disarankan oleh kakak saya. Tepatnya Al Fatah Parakancanggah, Banjarnegara. Saya mengambil pendidikan berbasic agama yaitu di Madrasah Aliyah Al Fatah, yang kebetualan berada di naungan pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren Al Fatah pertama kali di dirikan oleh Mbah KH. Abdul Fatah sekitar tahun 1901-an. Pondok pesantren merupakan tempat yang tentram, damai, dan berilmu. Di pondok pesantren kita di tuntut mandiri, disiplin, dan saling menghormati satu sama lain. Anak-anak yang respect, berbakat, dan berpotensi banyak di temukan di sin. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa anak pondok itu indetik dengan, yang namanya ketinggalan zaman, tetapi di balik semua itu pasti ada hikmahnya tersendiri. Di pondok pesantren ini saya telah menemukan apa itu arti kehidupan yang sesungguhnya. Di sini saya telah di ajarkan bernagai hal, entah itu tentang kesopanan, kesusilaan, maupun keukhraiwan. Walaupun baru satu tahun menjadi santri, tetapi pelajaran itu sangat bermakna bagi saya. Karena di pondok pesantren ini saya telah temukan jati diri yang sesungguhnya.
            Padahal hidup dengan Teleskop, bukan dengan Lup. Karena denagan teleskop kita dapat melihat hal-hal yang kecil menjadi indah, sedangkan dengan lup kita hanya akan melihat suatu masalah yang di besar-besarkan.Thanks a lot Al Fatah, jasamu takan pernah terbalas.

SANTRI CERDIK
Karya : Amar Maulana

            Pada suatu hari di Sekolah Menengah Kejuruan. SMK Al Fatah Banjarnegara ada dua anak yang sangat cerdas yaitu Andi dan Budi. Karena rumahnya jauh dari sekolahhan Andi sekolah sekaligus mengaji di Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara, namun berbeda dengan Budi dia tidak tinggal di pesantren karena rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolahnya.
 Pada saat sekolah pelajaran IPA gurunya mengajukan pertanyaan kepada keduanya.
Ibu Guru            : Jika tanaman tidak terkena sinar matahari tanaman akan tumbuh normal atau tidak? Coba kamu jawab Andi?
Andi                  : Menurut saya tanaman itu akan tumbuh normal jika Allah menghendaki.
Ibu Guru                      : coba jawabanmu Budi?
Budi                   : Tanaman tidak tumbuh normal karena tanaman kebanyakan membutuhkan sinar matahari.
Ibu Guru            : saya sependapat dengan jawabanmu Budi
Andi                  : Saya tidak setuju Bu !!!!
Ibu Guru            : Mengapa? Apa alasan kamu?
Andi                  : Karena rambut ketiak tidak terkena sinar matahari saja tumbuhnya normal, masa tumbuhan tidak terkena sinar matahari tumbuhnya tidak normal?
Ibu Guru & Budi : !@#$%^**!@!@#@#$%^&#!@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar