Part2
JIN GOBLOK
Karya : Rifki Sabil
Pada suatu hari ada tiga orang yang masuk ke gua.
Tiba – tiba pintu gua tertutup.. jebleeengg!! Ketiga orang tersebut tidak dapat
membuka pintu gua. Disaat kebingungan,
tiba – tiba mereka menemukan teko dan gelas, dan saat menuangkan teko tersebut
yang keluar bukan air, akan tetapi sosok berasap yang biasa di sebut jin. Tiga
orang tersebut meminta sesuatu kepada jin, tetapi dengan syarat mereka harus
jadi tumbalnya.
Orang pertama meminta makanan yang cukup untuk
setahun dan juga puluhan wanita cantik, orang kedua meminta makanan cukup untuk
satu tahun dan ratusan botol minuman keras, dan orang yang ketiga meminta
makanan untuk satu tahun saja dan satu bungkus rokok. Kemudian si jinpun masuk
ke teko lagi dan akan kembali setelah satu tahun
Setelah satu tahun si jinpun keluar dengan
pongahnya, dia mengunjungi ketiga orang yang meminta tolong kepadanya setahun
lalu. Saat menemui orang pertama ternyata dia duduk berlutut dengan lutut
gemetar karena bergaul dengan wanita permintaannya setahun lalu, diapun dijadikan
tumbal. Saat menemui orang kedua si jin melihat dia bergetar dan matanya
seperti mau keluar karena kebanyakan minum minuman keras, diapun bernasib sama
dengan orang pertama. Dan saat menemui orang ketiga si jin kaget bukan main
karena dia melihat orang ketiga masih dalam keadaan segar tidak sakit seperti
kedua temannya ,si jin bertanya kepada orang tadi.
“lho!! Kamu kok masih sehat, ga
kaya kedua temen kamu?” Tanya Jin.
“Ya
mestinya, kamunya aja yang goblok” sanggah orang ketiga.
“goblok
kenapa ?” tanya jin heran.
“lha mau
mati gimana, orang kasih rokok kok ga sekalian koreknya. Gimana mau ngrokoknya
?”.
GADIS KECIL MISTERIUS
Oleh : Mustofa
Pada jaman dahulu hiduplah seorang
gadis kecil. Ia bertempat tinggal di desa yang sangat terpencil. Sejak ia sudah
tidak mempunyai seorang ayah. Sekarang ia hanya tinggal dengan ibunya. Gadis
itu memelihara burung yang sangat cantik. Suatu ketika gadis itu ingin
berjalan-jalan kehutan mencari makanan untuk seekor burungnya, tiba-tiba sang
ibu mencegahnya sambil berkata .
“Nak mau pergi kemana ?. ini sudah
sore lho”. Cegah ibu
Gadis itu menjawab .“pergi ke hutan
bu”
“Tapi inikan sudah sore nak”
“Ibu khawatir nanti kalau terjadi
apa-apa denganmu”. Lanjut ibu
“Tapi bu, burung saya kelaparan
lagipula kan di sini tidak ada makanan untuk burung bu”. Ujar gadis itu
Gadis
itupun tidak mendengarkan sedikitpun kata-kata ibunya. Tiba-tiba datanglah
seorang kakek-kakek yang tiba-tiba mengajak gadis kecil itu untuk pergi ke
hutan.
Gadis itupun ternyata mau pergi
bersamanya tanpa mengenal orang itu sedikitpun. Ibunya hanya bisa berdoa “Ya
Allah lindungilah anakku dimanapun ia berada”.
Hari semakin petang, gadis kecil itu
belum juga kembali dari hutan. Sang ibu sangat khawatir dengan anaknya. Hari
mulai malam, ibu menangis tiada henti sampai ia tertidur. Ibunya bermimpi
anaknya menangis dan berteriak minta tolong. Tanpa disadari haripun sudah pagi,
sang ibupun terabngun dan langsung anaknya ke hutan. Tetapi tidak ditemukan
gadis itu.
Sehari kemudian warga mencari
disekitar hutan yang berada dekat desa, tetap juga tidak ditemukan, hingga
seminggu mencari tak juga diketemukan . Namun, ada seseorang yang menemukan
sangkar burung dan bangkai burung milik gadis kecil itu. Saat ibu gadis itu
mengetahuinya , iapun menangis sedih.
Empat puluh hari kepergian hari itu
mengakibatkan para warga di desa mengalami banyak keanehan, seperti mendengar
suara minta tolong, menangis dan berteriak kesakitan, yang membuat warga
menjadi resah.
Sekian lama gadis itu pergi, baru
terungkap kenyataan bahwa gadis itu di bunuh oleh kakek-kakek yang menemaninya
pergi ke hutan, dan ironinya jasadnya d potong-potong.
Setelah terungkapnya kematian gadis
itu keanehan keanehan yang terjadi di desa kecil itu sudah menghilang, dan
menjadi aman tenteram.
JATI DIRI
Karya : Achmad Zaelani
Setelah lulus SMP, saya melanjutkan
pendidikan di pondok pesantren modern di salah satu jantung kota yang disarankan
oleh kakak saya. Tepatnya Al Fatah Parakancanggah, Banjarnegara. Saya mengambil
pendidikan berbasic agama yaitu di Madrasah Aliyah Al Fatah, yang kebetualan
berada di naungan pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren Al Fatah pertama
kali di dirikan oleh Mbah KH. Abdul Fatah sekitar tahun 1901-an. Pondok
pesantren merupakan tempat yang tentram, damai, dan berilmu. Di pondok
pesantren kita di tuntut mandiri, disiplin, dan saling menghormati satu sama
lain. Anak-anak yang respect, berbakat, dan berpotensi banyak di temukan di
sin. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa anak pondok itu indetik
dengan, yang namanya ketinggalan zaman, tetapi di balik semua itu pasti ada
hikmahnya tersendiri. Di pondok pesantren ini saya telah menemukan apa itu arti
kehidupan yang sesungguhnya. Di sini saya telah di ajarkan bernagai hal, entah
itu tentang kesopanan, kesusilaan, maupun keukhraiwan. Walaupun baru satu tahun
menjadi santri, tetapi pelajaran itu sangat bermakna bagi saya. Karena di
pondok pesantren ini saya telah temukan jati diri yang sesungguhnya.
Padahal hidup dengan Teleskop, bukan
dengan Lup. Karena denagan teleskop kita dapat melihat hal-hal yang kecil
menjadi indah, sedangkan dengan lup kita hanya akan melihat suatu masalah yang
di besar-besarkan.Thanks a lot Al Fatah, jasamu takan pernah terbalas.
SANTRI CERDIK
Karya : Amar Maulana
Pada suatu hari di Sekolah Menengah
Kejuruan. SMK Al Fatah Banjarnegara ada dua anak yang sangat cerdas yaitu Andi
dan Budi. Karena rumahnya jauh dari sekolahhan Andi sekolah sekaligus mengaji
di Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara, namun berbeda dengan Budi dia tidak
tinggal di pesantren karena rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolahnya.
Pada saat sekolah pelajaran IPA gurunya
mengajukan pertanyaan kepada keduanya.
Ibu
Guru : Jika tanaman tidak
terkena sinar matahari tanaman akan tumbuh normal atau tidak? Coba kamu jawab
Andi?
Andi
: Menurut saya tanaman
itu akan tumbuh normal jika Allah menghendaki.
Ibu
Guru : coba jawabanmu
Budi?
Budi :
Tanaman tidak tumbuh normal karena tanaman kebanyakan membutuhkan sinar
matahari.
Ibu
Guru : saya sependapat dengan
jawabanmu Budi
Andi : Saya tidak setuju Bu !!!!
Ibu
Guru : Mengapa? Apa alasan
kamu?
Andi : Karena rambut ketiak tidak
terkena sinar matahari saja tumbuhnya normal, masa tumbuhan tidak terkena sinar
matahari tumbuhnya tidak normal?
Ibu
Guru & Budi : !@#$%^**!@!@#@#$%^&#!@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar